Ya sudahlah…!!
Jika kau masih punya waktu untukku
Ingin kuhabiskan malam ini bersamamu
Sebelum semua berakhir di penghujung pagi
Dan sisakan kepedihan di sisi hati
Jika kau tahu… luka itu sakit
Kenapa kau hujamkan sembilu ini begitu dalam
Hingga kau buat luka ini demikian pedih
Dan airmatapun tak lagi mampu menahan perih
Jika kau tahu gelap itu menakutkan…..
Kenapa kau bawa aku kedalamnya
Hingga kau buat mata ini menjadi buta
Dan tangan ini tak lagi mampu meraih asa..
Ya sudahlah…..!!
Semua berawal tanpamu…
Dan akan kuakhiri tanpamu
Biarkan waktu mengobati luka ini
Dan kesendirianku…entah kapan akan berakhir…?
Wangon, 26 Oktober 2009
Ardiyanto2x@yahoo.com
Minggu, 25 Oktober 2009
Kamis, 22 Oktober 2009
Puisi cinta
Puisi untuk neetha
Saat Kau Pergi
Seharusnya kau masih disini…..!
Temani malamku, hempaskan resahku
Ketika rembulan sembunyi dalam gelapnya malam
Dan jiwa yang terpuruk pada jurang bimbang’
Semestinya kau tetap di sini……!
Ketika malam menghabiskan sunyi
Selimuti hatiku dengan sejuta mimpi
Mimpi tentang kita…..
Tapi kini…
Semua berakhir di batas sepi …
Disini….. Di persimpangan,cinta kita menepi
Dan kitapun kembali sendiri…
Saat kau pergi…
Dan untuk kesekian kalinya….
Aku kembali terperangkap sepi
Entah sampai kapan …?
Wangon, 22 Oktober 2009
By : ardiyanto2x
Saat Kau Pergi
Seharusnya kau masih disini…..!
Temani malamku, hempaskan resahku
Ketika rembulan sembunyi dalam gelapnya malam
Dan jiwa yang terpuruk pada jurang bimbang’
Semestinya kau tetap di sini……!
Ketika malam menghabiskan sunyi
Selimuti hatiku dengan sejuta mimpi
Mimpi tentang kita…..
Tapi kini…
Semua berakhir di batas sepi …
Disini….. Di persimpangan,cinta kita menepi
Dan kitapun kembali sendiri…
Saat kau pergi…
Dan untuk kesekian kalinya….
Aku kembali terperangkap sepi
Entah sampai kapan …?
Wangon, 22 Oktober 2009
By : ardiyanto2x
Rabu, 21 Oktober 2009
PUISI KERINDUAN 7
Kau Tlah Pergi....!
Kau Tlah Pergi.....!
Mangantarku pada bawah nadirku
Aku terpuruk ...... di ujung harapan
Pada jiwa yang hampir mati
Aku ingin marah.....!
Tapi pada siapa....?
Pada Malam yang telah menghancurkan mimpiku..?
Atau Rindu yang telah kau campakkan
Jiwaku terpasung pada ruang hampa
Menghiba pada langit senja
Mengharap engkau akan kembali
Mengobati luka yang telah kau beri...?
Wangon, medio September 2009
by : Toto ardiyanto
Kau Tlah Pergi.....!
Mangantarku pada bawah nadirku
Aku terpuruk ...... di ujung harapan
Pada jiwa yang hampir mati
Aku ingin marah.....!
Tapi pada siapa....?
Pada Malam yang telah menghancurkan mimpiku..?
Atau Rindu yang telah kau campakkan
Jiwaku terpasung pada ruang hampa
Menghiba pada langit senja
Mengharap engkau akan kembali
Mengobati luka yang telah kau beri...?
Wangon, medio September 2009
by : Toto ardiyanto
Senin, 19 Oktober 2009
Puisi Umum
Bumiku berduka
Bumiku kembali berduka
Air mata ibuku kembali mengalir deras
Disana di Bumi Pariaman
Ketika Alam menunjukan murkanya
Ketika lempeng bumi menghancurkan semua...
Mereka Panik....
Meraka Berlari....
Mereka Menangis
Mereka Hanya bisa teriak.....
Allohu akbar.... allohu akbar....
Ya alloh kami sadar ini takdirmu
Tak ada kekuatan apapun yang bisa melawan
Kami lemah dihadapanMu...
Ya... Alloh kuatkanlah Iman kami
Tabahkanlah jiwa dan hati kami
Bangkitkan kembali Negeri kami
Ya... alloh
Dihati yang paling dalam aku selalu berdo'a
Agar darah dan nyawa yang mereka korbankan
Bisa berarti untuk negeri ini....
( dan arwah mereka diterima di sisiMu...Amin )
Jakarta, 1 Oktober 2009
ardiyanto2x@yahoo.com
Bumiku kembali berduka
Air mata ibuku kembali mengalir deras
Disana di Bumi Pariaman
Ketika Alam menunjukan murkanya
Ketika lempeng bumi menghancurkan semua...
Mereka Panik....
Meraka Berlari....
Mereka Menangis
Mereka Hanya bisa teriak.....
Allohu akbar.... allohu akbar....
Ya alloh kami sadar ini takdirmu
Tak ada kekuatan apapun yang bisa melawan
Kami lemah dihadapanMu...
Ya... Alloh kuatkanlah Iman kami
Tabahkanlah jiwa dan hati kami
Bangkitkan kembali Negeri kami
Ya... alloh
Dihati yang paling dalam aku selalu berdo'a
Agar darah dan nyawa yang mereka korbankan
Bisa berarti untuk negeri ini....
( dan arwah mereka diterima di sisiMu...Amin )
Jakarta, 1 Oktober 2009
ardiyanto2x@yahoo.com
Puisi Umum
Ini Rumahku
Ini Rumahku, yang berdiri di Tanah Pertiwi
Ini Rumahku, yang dibangun dengan darah yang suci
Ini Rumahku, yang didalamnya penuh kedamaian
Peradapan dan harga diri.........
Jangan kau usik.....jangan pula kau curi....
Apa yang sudah menjadi milikku......
Itu tak akan membuatmu lebih tinggi
Bagiku engkau tak berarti apa apa
karena engkau tetaplah pecundang
by : Toto ardiyanto
Ini Rumahku, yang berdiri di Tanah Pertiwi
Ini Rumahku, yang dibangun dengan darah yang suci
Ini Rumahku, yang didalamnya penuh kedamaian
Peradapan dan harga diri.........
Jangan kau usik.....jangan pula kau curi....
Apa yang sudah menjadi milikku......
Itu tak akan membuatmu lebih tinggi
Bagiku engkau tak berarti apa apa
karena engkau tetaplah pecundang
by : Toto ardiyanto
Puisi Umum
Catatan kecil buat kekasih
Sayang.....!!
Empat tahun bukanlah waktu yang pendek
Bersama kita telah arungi samudra cinta
Manis, Asam, Pahitnya cinta
Membuat kita lebih dewasa
Sayang...!!
Cinta bukanlah nafsu
Cinta itu suci,.......
Saling memberi, saling mengisi
Dan tak ingin salah satu tersakiti
Sayang.....!!
Jalan masih sangatlah panjang
Untuk kita menuju akhir penantian
Namun Janji sudah kita patri....
Di gerbang kebahagiaan cinta kita menanti
by : Toto ardiyanto
Sayang.....!!
Empat tahun bukanlah waktu yang pendek
Bersama kita telah arungi samudra cinta
Manis, Asam, Pahitnya cinta
Membuat kita lebih dewasa
Sayang...!!
Cinta bukanlah nafsu
Cinta itu suci,.......
Saling memberi, saling mengisi
Dan tak ingin salah satu tersakiti
Sayang.....!!
Jalan masih sangatlah panjang
Untuk kita menuju akhir penantian
Namun Janji sudah kita patri....
Di gerbang kebahagiaan cinta kita menanti
by : Toto ardiyanto
Puisi Umum
" Gadis Manis Bertudung Jilbab "
gadis manis bertudung jilbab
Wajahmu indah bagai manikam
Berseri semerbak di taman impian
Sunguh.....Kau wanita sempurna
Gadis manis, bertudung jilbab
Jika kau adalah bintang dilangit
Kuyakin sinarmulah yang paling indah
Sungguh.... kau begitu mempesona
gadis manis, bertudung jilbab
Bila ada sedikit ruang dihatimu
Ijinkan aku singgah...
Kan kubuktikanseberapa dalam cintaku....!!
by : Toto ardiyanto
gadis manis bertudung jilbab
Wajahmu indah bagai manikam
Berseri semerbak di taman impian
Sunguh.....Kau wanita sempurna
Gadis manis, bertudung jilbab
Jika kau adalah bintang dilangit
Kuyakin sinarmulah yang paling indah
Sungguh.... kau begitu mempesona
gadis manis, bertudung jilbab
Bila ada sedikit ruang dihatimu
Ijinkan aku singgah...
Kan kubuktikanseberapa dalam cintaku....!!
by : Toto ardiyanto
Puisi Umum
"Balada Pedagang Asongan "
Ketika senja makin meredupkan sinarnya
Dan Semilir angin menusuk ke raga
Namun engkau masih setia meraih asa
Kaki kecilmu masih lincah berlari.......
Menari ...... diantara bisingnya ego kota
Di sana ..... disudut lampu merah
Bila lelah menerpa...
Kau coba rebahkan penat
Mengarungi malam di kolong jembatan
matamu begitu nanar.....saat kau pandangi langit
Terluncur sebait do’a ;
Ya Alloh, Ya Robbi......
Hari ini Kau beri aku rezeki
Tidak banyak memang.....
Tapi ini sangat berarti
Ya Alloh, Ya Robbi.....
Aku tidak iri pada mereka yang berdasi
Atau sakit hati pada mereka yang bisa naik mersi
Tapi Hanya satu pintaku.... ya Alloh
Bukakanlah hati mereka
Agar mau membagi sedikit rezeki
pada kami .... Jiwa yang tersakiti
Amin....
Kaupun terlelap pada buaian malam
Berharap esok akan kembali
by : Toto ardiyanto
Ketika senja makin meredupkan sinarnya
Dan Semilir angin menusuk ke raga
Namun engkau masih setia meraih asa
Kaki kecilmu masih lincah berlari.......
Menari ...... diantara bisingnya ego kota
Di sana ..... disudut lampu merah
Bila lelah menerpa...
Kau coba rebahkan penat
Mengarungi malam di kolong jembatan
matamu begitu nanar.....saat kau pandangi langit
Terluncur sebait do’a ;
Ya Alloh, Ya Robbi......
Hari ini Kau beri aku rezeki
Tidak banyak memang.....
Tapi ini sangat berarti
Ya Alloh, Ya Robbi.....
Aku tidak iri pada mereka yang berdasi
Atau sakit hati pada mereka yang bisa naik mersi
Tapi Hanya satu pintaku.... ya Alloh
Bukakanlah hati mereka
Agar mau membagi sedikit rezeki
pada kami .... Jiwa yang tersakiti
Amin....
Kaupun terlelap pada buaian malam
Berharap esok akan kembali
by : Toto ardiyanto
PUISI KERINDUAN 6
Semakin Sayang
Tiba waktuku ungkapkan semua
Perasaanku terhadapmu
Yang selama ini buatku selalu
Merasa berdosa
Maafkan aku telah menyakitimu
Dan membuatmu terluka ......!
Ampuni aku, tlah membuatmu
Hidup dalam api cemburu
Dan kuakui.... Perselingkuhan ini
Tak menemukan kebahagiaan yang sejati
Namun kini kusadar.....Kesetiaanmu
Membuatku ingin kembali
Sejujurnya ingin kukatakan
Aku semakin sayang kamu
Setulusnya kuberjanji
Aku takkan berpaling lagi
Wangon, medio September 2009
by : Toto ardiyanto
Tiba waktuku ungkapkan semua
Perasaanku terhadapmu
Yang selama ini buatku selalu
Merasa berdosa
Maafkan aku telah menyakitimu
Dan membuatmu terluka ......!
Ampuni aku, tlah membuatmu
Hidup dalam api cemburu
Dan kuakui.... Perselingkuhan ini
Tak menemukan kebahagiaan yang sejati
Namun kini kusadar.....Kesetiaanmu
Membuatku ingin kembali
Sejujurnya ingin kukatakan
Aku semakin sayang kamu
Setulusnya kuberjanji
Aku takkan berpaling lagi
Wangon, medio September 2009
by : Toto ardiyanto
PUISI KERINDUAN 5
" Cukup Sudah"
Habis sudah air mata ini tercurah
Mengalir resahku dalam balutan rindu
Berharap hadirmu sempurnakan cinta
Melukiskan hariku dalam kanvas suci
Lalu....?
Untuk apa kau cerahkan langit
Bila mendung masih tetap kau gantung
untuk apa kau harapkan pagi
Sementara Malam enggan beranjak pergi
Mungkin.....!
Cukup sudah sampai disini
Permainan ini berakhir di paruh waktu
Karena bagiku tak akan berarti
Sampai nanti diujung mati....?
Wangon, 06 Oktober 2009
ardiyanto2x@yahoo.com
Habis sudah air mata ini tercurah
Mengalir resahku dalam balutan rindu
Berharap hadirmu sempurnakan cinta
Melukiskan hariku dalam kanvas suci
Lalu....?
Untuk apa kau cerahkan langit
Bila mendung masih tetap kau gantung
untuk apa kau harapkan pagi
Sementara Malam enggan beranjak pergi
Mungkin.....!
Cukup sudah sampai disini
Permainan ini berakhir di paruh waktu
Karena bagiku tak akan berarti
Sampai nanti diujung mati....?
Wangon, 06 Oktober 2009
ardiyanto2x@yahoo.com
PUISI KERINDUAN 4
" Ayah "
Rapuh jiwaku bersimpuh
Pada pusara di suatu senja...
Semilir angin hanyutkan rinduku
membawa resahku semakin dalam
Jauh semakin dalam
Ayah.....
Masih terngiang dalam benakku
Saat terakhir kau genggam tanganku
Kau berbisik lemah....sangat lemah......
Agar aku tidak menangis lagi
Tapi Aku tak kuasa...
Untuk tidak menangis dipusaramu
Hingga kubiarkan airmata ini mengalir perlahan
jatuh terserap.... dan berharap bangunkan tidurmu
Ayah......
Aku berjanji, akan slalu melanjutkan harapanmu
Dan tetap berdiri Tegar, meski karang menghadang
Selamat Jalan ayah.....
Semoga engkau bahagia di Sana...
Amin...
ardiyanto2x@yahoo.com
Rapuh jiwaku bersimpuh
Pada pusara di suatu senja...
Semilir angin hanyutkan rinduku
membawa resahku semakin dalam
Jauh semakin dalam
Ayah.....
Masih terngiang dalam benakku
Saat terakhir kau genggam tanganku
Kau berbisik lemah....sangat lemah......
Agar aku tidak menangis lagi
Tapi Aku tak kuasa...
Untuk tidak menangis dipusaramu
Hingga kubiarkan airmata ini mengalir perlahan
jatuh terserap.... dan berharap bangunkan tidurmu
Ayah......
Aku berjanji, akan slalu melanjutkan harapanmu
Dan tetap berdiri Tegar, meski karang menghadang
Selamat Jalan ayah.....
Semoga engkau bahagia di Sana...
Amin...
ardiyanto2x@yahoo.com
PUISI KERINDUAN 3
Mengagumimu.....
Pesonamu....
Terpancar indah dari rona Merah diwajah ayumu
Saat angin permainkan ujung rambutmu
Kau seperti bidadari dalam mimpiku
Aku mengagumimu sejak pertama kali bertemu
Di ujung jalan pada suatu pagi
Aku tak bisa menahan lagi rasa ini
Gejolak dalam hati ini semakin tak terperi
Lalu kucoba mengurai asa
Yang kutuang dalam dinding hati
Dan biarkan cinta mengalir lewat sentuhan rasa
Bangkitkan jiwaku yang telah lama mati
Ku berharap kau mengerti......!
Dan membuka ruang hatimu untukku
jakarta, 2 oktober 2009
by : ardiyanto2x@yahoo.com
Pesonamu....
Terpancar indah dari rona Merah diwajah ayumu
Saat angin permainkan ujung rambutmu
Kau seperti bidadari dalam mimpiku
Aku mengagumimu sejak pertama kali bertemu
Di ujung jalan pada suatu pagi
Aku tak bisa menahan lagi rasa ini
Gejolak dalam hati ini semakin tak terperi
Lalu kucoba mengurai asa
Yang kutuang dalam dinding hati
Dan biarkan cinta mengalir lewat sentuhan rasa
Bangkitkan jiwaku yang telah lama mati
Ku berharap kau mengerti......!
Dan membuka ruang hatimu untukku
jakarta, 2 oktober 2009
by : ardiyanto2x@yahoo.com
PUISI KERINDUAN 2
“Saat cinta terpatri “
Dimalam yang indah bertahta bintang
Dan Rembulan yang tersipu manja
Membawa diriku hanyut dalam....suasana
Saat kau genggam erat tanganku
Dan kau ungkapkan bahwa.....
" Aku cinta Padamu....."
Sungguh...
Kutak mampu menahan
Rasa yang selama ini kupendam
Aku juga mencintaimu ....Kasih
Lalu kau kecup mesra keningku
Dan kau peluk erat tubuhku
Kau bawa diriku semakin hanyut, dan terbuai
Seakan sukmaku melayang jauh
Arungi indahnya cinta
Kini kaupun telah menjadi milikku
Seutuhnya... takpernah ada yang lain
Janji Sucipun telah kita patri
Untuk saling menjaga hati....
Sampai nanti....!!!!
Wangon, 29 September 2009
ardiyanto2x@yahoo.com
Dimalam yang indah bertahta bintang
Dan Rembulan yang tersipu manja
Membawa diriku hanyut dalam....suasana
Saat kau genggam erat tanganku
Dan kau ungkapkan bahwa.....
" Aku cinta Padamu....."
Sungguh...
Kutak mampu menahan
Rasa yang selama ini kupendam
Aku juga mencintaimu ....Kasih
Lalu kau kecup mesra keningku
Dan kau peluk erat tubuhku
Kau bawa diriku semakin hanyut, dan terbuai
Seakan sukmaku melayang jauh
Arungi indahnya cinta
Kini kaupun telah menjadi milikku
Seutuhnya... takpernah ada yang lain
Janji Sucipun telah kita patri
Untuk saling menjaga hati....
Sampai nanti....!!!!
Wangon, 29 September 2009
ardiyanto2x@yahoo.com
PUISI KERINDUAN 1
" Resah menghitung hari "
Kucoba mengusik malam...
Saat bulan bersinar penuh seluruh
Biasnya merasuk sampai palung hati
Hangatkan rinduku yang hampir beku
Andaikanku dapat terbang,
Ingin kusapa bintang satu persatu
Dan kutanyakan pada mereka
Apakah dia masih setia menunggu
Mungkin aku terlalu berharap cemas
Dan Menimbun resah pada sudut hati
Lalu kucoba menghitung hari
Kapan rindu ini terobati....?
ardiyanto2x@yahoo.com
Kucoba mengusik malam...
Saat bulan bersinar penuh seluruh
Biasnya merasuk sampai palung hati
Hangatkan rinduku yang hampir beku
Andaikanku dapat terbang,
Ingin kusapa bintang satu persatu
Dan kutanyakan pada mereka
Apakah dia masih setia menunggu
Mungkin aku terlalu berharap cemas
Dan Menimbun resah pada sudut hati
Lalu kucoba menghitung hari
Kapan rindu ini terobati....?
ardiyanto2x@yahoo.com
Puisi Religi 3
" Aku Mampir "
Aku mampir kerumahMu
Kusandarkan pada pintu ampunanmu
tubuh penat ini berat karena dosa
Aku mampir kerumahMu....
Kubersimpuh dilantai rahmatMu
kurasakan sejuk mengelir pada darahku
Dalam setiap tarikan nafasku adalah AmpunanMu
Aku mampir ke RumahMu....
Kusujudkan hatiku di KakiMu
hingga airmata mengalir membawa dosaku
Kepada pintu ampunanMu
Aku mampir ke rumahMu,,,,
Tidak sekedar kuingin tidur
hingga kau peluk aku, dan aku tak ingin kembali
Masjid gede Solo 17 Romadhon 1430 H
ardiyanto2x@yahoo.com
Aku mampir kerumahMu
Kusandarkan pada pintu ampunanmu
tubuh penat ini berat karena dosa
Aku mampir kerumahMu....
Kubersimpuh dilantai rahmatMu
kurasakan sejuk mengelir pada darahku
Dalam setiap tarikan nafasku adalah AmpunanMu
Aku mampir ke RumahMu....
Kusujudkan hatiku di KakiMu
hingga airmata mengalir membawa dosaku
Kepada pintu ampunanMu
Aku mampir ke rumahMu,,,,
Tidak sekedar kuingin tidur
hingga kau peluk aku, dan aku tak ingin kembali
Masjid gede Solo 17 Romadhon 1430 H
ardiyanto2x@yahoo.com
Puisi Religi 2
“Tuhanku”
Tuhanku
terlalu lama aku tenggelam dalam lumpur dosa
hingga gemuruh rahmatMu
tak mampu aku rasakan
kerna hati ini membatu sudah
kerna air mata ini telah jadi debu
Tuhanku
kurindu tetesan rahmatMu
hingga hancur hati yang tlah membatu
Tuhanku.....
aku rindu rasa takut pada amarahMu
hingga tubuh ini basah oleh airmata syukur
Tuhanku....
aku ingin rindu
dalam dzikirku.....
aku ingin pelukanmu
dalam kusukku......
Masjid Agung Solo, 15 Romadhon 1430 H
ardiyanto2x@yahoo.com
Tuhanku
terlalu lama aku tenggelam dalam lumpur dosa
hingga gemuruh rahmatMu
tak mampu aku rasakan
kerna hati ini membatu sudah
kerna air mata ini telah jadi debu
Tuhanku
kurindu tetesan rahmatMu
hingga hancur hati yang tlah membatu
Tuhanku.....
aku rindu rasa takut pada amarahMu
hingga tubuh ini basah oleh airmata syukur
Tuhanku....
aku ingin rindu
dalam dzikirku.....
aku ingin pelukanmu
dalam kusukku......
Masjid Agung Solo, 15 Romadhon 1430 H
ardiyanto2x@yahoo.com
Puisi Religi 1
Aku Bersujud
Dalam hening, kucoba merenung
Dalam diam, Kucoba temukan jawaban
Seberapa dalam cinta yang telah aku berikan
KepadaMu ..... Ya Alloh
Jiwa Ini selalu bergetar
Saat mendengar suaraMu di perdengarkan
Kucoba Patikan semua Rasa
Kutetapkan hati, untuk melangkahkan kaki
Menuju Pintu RumahMu
Dalam Diam kusebut NamaMu
Dalam Sujud ku mohon AmpunanMu
Aku takkan bisa sembunyi............
Wangon, Medio Oktober 2009
by : Toto ardiyanto
Dalam hening, kucoba merenung
Dalam diam, Kucoba temukan jawaban
Seberapa dalam cinta yang telah aku berikan
KepadaMu ..... Ya Alloh
Jiwa Ini selalu bergetar
Saat mendengar suaraMu di perdengarkan
Kucoba Patikan semua Rasa
Kutetapkan hati, untuk melangkahkan kaki
Menuju Pintu RumahMu
Dalam Diam kusebut NamaMu
Dalam Sujud ku mohon AmpunanMu
Aku takkan bisa sembunyi............
Wangon, Medio Oktober 2009
by : Toto ardiyanto
Langganan:
Postingan (Atom)