“ Rindu yang tak berujung “
Kabut hitam terkatup membisu
Menawan Rembulan yang pucat pasi
Sepi menghimpit sunyi ………
Lahirkan guratan guratan perih di hati
Aku semakin tak berdaya
Terpinggirkan oleh ribuan rasa sepi
Jiwaku menggigil……
Tenggelamkan dalam putaran tanpa akhir
Batinku menghamba…
Pada bayang bayang tanpa makna
Pada lentera yang mulai redup
Dan rindu yang tak berujung
Aku kembali disini…..!
Di pelabuhan terakhir saat kau pergi
Dan akan tetap disini
Hingga kau kembali…..!
Wangon, 15 Nopember 2009
Ardiyanto2x@yahoo.com
Sabtu, 14 November 2009
Puisi Cinta
Bersamamu
Aku tak kuasa……..!
Menghentikan rasa ini yang kian mendera
Mengaburkan rindu yang semakin melanda
Kepadamu jiwa yang kudamba
Aku percaya…..!
Akan hadir cinta diantara kita
Memancar indah dalam palung jiwa
Meski kau masih malu tuk mengakuinya
Aku bahagia……..!
Kan ku jemput mimpi yang menjadi nyata
Bersamamu kan kurajut benang benang asmara
Seiring,.. melangkah dalam dekapan cinta
Bersamamu aku bahagia….!
Bersamamu kulabuhkan cinta terakhirku….!
Wangon, 14 Nopember 2009
Ardiyanto2x@yahoo.com
Aku tak kuasa……..!
Menghentikan rasa ini yang kian mendera
Mengaburkan rindu yang semakin melanda
Kepadamu jiwa yang kudamba
Aku percaya…..!
Akan hadir cinta diantara kita
Memancar indah dalam palung jiwa
Meski kau masih malu tuk mengakuinya
Aku bahagia……..!
Kan ku jemput mimpi yang menjadi nyata
Bersamamu kan kurajut benang benang asmara
Seiring,.. melangkah dalam dekapan cinta
Bersamamu aku bahagia….!
Bersamamu kulabuhkan cinta terakhirku….!
Wangon, 14 Nopember 2009
Ardiyanto2x@yahoo.com
Minggu, 25 Oktober 2009
Puisi cinta
Ya sudahlah…!!
Jika kau masih punya waktu untukku
Ingin kuhabiskan malam ini bersamamu
Sebelum semua berakhir di penghujung pagi
Dan sisakan kepedihan di sisi hati
Jika kau tahu… luka itu sakit
Kenapa kau hujamkan sembilu ini begitu dalam
Hingga kau buat luka ini demikian pedih
Dan airmatapun tak lagi mampu menahan perih
Jika kau tahu gelap itu menakutkan…..
Kenapa kau bawa aku kedalamnya
Hingga kau buat mata ini menjadi buta
Dan tangan ini tak lagi mampu meraih asa..
Ya sudahlah…..!!
Semua berawal tanpamu…
Dan akan kuakhiri tanpamu
Biarkan waktu mengobati luka ini
Dan kesendirianku…entah kapan akan berakhir…?
Wangon, 26 Oktober 2009
Ardiyanto2x@yahoo.com
Jika kau masih punya waktu untukku
Ingin kuhabiskan malam ini bersamamu
Sebelum semua berakhir di penghujung pagi
Dan sisakan kepedihan di sisi hati
Jika kau tahu… luka itu sakit
Kenapa kau hujamkan sembilu ini begitu dalam
Hingga kau buat luka ini demikian pedih
Dan airmatapun tak lagi mampu menahan perih
Jika kau tahu gelap itu menakutkan…..
Kenapa kau bawa aku kedalamnya
Hingga kau buat mata ini menjadi buta
Dan tangan ini tak lagi mampu meraih asa..
Ya sudahlah…..!!
Semua berawal tanpamu…
Dan akan kuakhiri tanpamu
Biarkan waktu mengobati luka ini
Dan kesendirianku…entah kapan akan berakhir…?
Wangon, 26 Oktober 2009
Ardiyanto2x@yahoo.com
Kamis, 22 Oktober 2009
Puisi cinta
Puisi untuk neetha
Saat Kau Pergi
Seharusnya kau masih disini…..!
Temani malamku, hempaskan resahku
Ketika rembulan sembunyi dalam gelapnya malam
Dan jiwa yang terpuruk pada jurang bimbang’
Semestinya kau tetap di sini……!
Ketika malam menghabiskan sunyi
Selimuti hatiku dengan sejuta mimpi
Mimpi tentang kita…..
Tapi kini…
Semua berakhir di batas sepi …
Disini….. Di persimpangan,cinta kita menepi
Dan kitapun kembali sendiri…
Saat kau pergi…
Dan untuk kesekian kalinya….
Aku kembali terperangkap sepi
Entah sampai kapan …?
Wangon, 22 Oktober 2009
By : ardiyanto2x
Saat Kau Pergi
Seharusnya kau masih disini…..!
Temani malamku, hempaskan resahku
Ketika rembulan sembunyi dalam gelapnya malam
Dan jiwa yang terpuruk pada jurang bimbang’
Semestinya kau tetap di sini……!
Ketika malam menghabiskan sunyi
Selimuti hatiku dengan sejuta mimpi
Mimpi tentang kita…..
Tapi kini…
Semua berakhir di batas sepi …
Disini….. Di persimpangan,cinta kita menepi
Dan kitapun kembali sendiri…
Saat kau pergi…
Dan untuk kesekian kalinya….
Aku kembali terperangkap sepi
Entah sampai kapan …?
Wangon, 22 Oktober 2009
By : ardiyanto2x
Rabu, 21 Oktober 2009
PUISI KERINDUAN 7
Kau Tlah Pergi....!
Kau Tlah Pergi.....!
Mangantarku pada bawah nadirku
Aku terpuruk ...... di ujung harapan
Pada jiwa yang hampir mati
Aku ingin marah.....!
Tapi pada siapa....?
Pada Malam yang telah menghancurkan mimpiku..?
Atau Rindu yang telah kau campakkan
Jiwaku terpasung pada ruang hampa
Menghiba pada langit senja
Mengharap engkau akan kembali
Mengobati luka yang telah kau beri...?
Wangon, medio September 2009
by : Toto ardiyanto
Kau Tlah Pergi.....!
Mangantarku pada bawah nadirku
Aku terpuruk ...... di ujung harapan
Pada jiwa yang hampir mati
Aku ingin marah.....!
Tapi pada siapa....?
Pada Malam yang telah menghancurkan mimpiku..?
Atau Rindu yang telah kau campakkan
Jiwaku terpasung pada ruang hampa
Menghiba pada langit senja
Mengharap engkau akan kembali
Mengobati luka yang telah kau beri...?
Wangon, medio September 2009
by : Toto ardiyanto
Senin, 19 Oktober 2009
Puisi Umum
Bumiku berduka
Bumiku kembali berduka
Air mata ibuku kembali mengalir deras
Disana di Bumi Pariaman
Ketika Alam menunjukan murkanya
Ketika lempeng bumi menghancurkan semua...
Mereka Panik....
Meraka Berlari....
Mereka Menangis
Mereka Hanya bisa teriak.....
Allohu akbar.... allohu akbar....
Ya alloh kami sadar ini takdirmu
Tak ada kekuatan apapun yang bisa melawan
Kami lemah dihadapanMu...
Ya... Alloh kuatkanlah Iman kami
Tabahkanlah jiwa dan hati kami
Bangkitkan kembali Negeri kami
Ya... alloh
Dihati yang paling dalam aku selalu berdo'a
Agar darah dan nyawa yang mereka korbankan
Bisa berarti untuk negeri ini....
( dan arwah mereka diterima di sisiMu...Amin )
Jakarta, 1 Oktober 2009
ardiyanto2x@yahoo.com
Bumiku kembali berduka
Air mata ibuku kembali mengalir deras
Disana di Bumi Pariaman
Ketika Alam menunjukan murkanya
Ketika lempeng bumi menghancurkan semua...
Mereka Panik....
Meraka Berlari....
Mereka Menangis
Mereka Hanya bisa teriak.....
Allohu akbar.... allohu akbar....
Ya alloh kami sadar ini takdirmu
Tak ada kekuatan apapun yang bisa melawan
Kami lemah dihadapanMu...
Ya... Alloh kuatkanlah Iman kami
Tabahkanlah jiwa dan hati kami
Bangkitkan kembali Negeri kami
Ya... alloh
Dihati yang paling dalam aku selalu berdo'a
Agar darah dan nyawa yang mereka korbankan
Bisa berarti untuk negeri ini....
( dan arwah mereka diterima di sisiMu...Amin )
Jakarta, 1 Oktober 2009
ardiyanto2x@yahoo.com
Puisi Umum
Ini Rumahku
Ini Rumahku, yang berdiri di Tanah Pertiwi
Ini Rumahku, yang dibangun dengan darah yang suci
Ini Rumahku, yang didalamnya penuh kedamaian
Peradapan dan harga diri.........
Jangan kau usik.....jangan pula kau curi....
Apa yang sudah menjadi milikku......
Itu tak akan membuatmu lebih tinggi
Bagiku engkau tak berarti apa apa
karena engkau tetaplah pecundang
by : Toto ardiyanto
Ini Rumahku, yang berdiri di Tanah Pertiwi
Ini Rumahku, yang dibangun dengan darah yang suci
Ini Rumahku, yang didalamnya penuh kedamaian
Peradapan dan harga diri.........
Jangan kau usik.....jangan pula kau curi....
Apa yang sudah menjadi milikku......
Itu tak akan membuatmu lebih tinggi
Bagiku engkau tak berarti apa apa
karena engkau tetaplah pecundang
by : Toto ardiyanto
Langganan:
Postingan (Atom)